Tampilkan postingan dengan label Ebook Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ebook Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sejarah Kedokteran Hewan di Indonesia

Add Comment
Pada abad ke-19, pemerintah Hindia Belanda merasa membutuhkan tenaga kesehatan hewan menangani Kavaleri, sapi perah dan sapi pekerja. Kemudian pada tahun 1820 mereka mendatangkan dokter hewan dari Belanda yaitu R.A. Coppreters. Pada tahun 1834, Dokter hewan korps Kavaleri mulai didatangkan secara teratur. Pada tahun 1860 dibangun Sekolah Kedokteran Hewan di Surabaya. Pendidikan berlangsung selama 2 tahun. Namun sekolah tersebut ditutup pada tahun 1975 karena kurang dukungan dari politisi dan tentara kolonial.

Pada tahun 1892 Janeman, anggota parlemen Belanda, mengusulkan pada Gubernur Jenderal Pynacker Hordyk agar mendirikannya lembaga pendidikan untuk ajun dokter hewan pribumi (Inlandsche veeartsen) di Batavia karena terjadi ledakan wabah rinderpest yang terjadi mulai tahun 1879. Namun usul tersebut mendapat tentangan dari kalangan ilmuan, birokrat dan militer colonial dikarenakan kehadiran dokter hewan pribumi dengan gaji rendah dan keterampilan yang menyamai dokter hewan eropa dikhawatirkan akan menyaingi posisi mereka di dalam pemerintahan.

Sejarah Kedokteran Hewan di Indonesia
Kemudian pada 5 Mei 1907, Profesor Melchior Treub, Direktur Pertanian, mendirikan sekolah veteriner dan sebuah laboratorium yang pendidikan di Cimanggu Kecil Bogor. Lalu Cursus tot Opleiding van Inlandsche Veeartsen dipimpin oleh Dr. L. De Blick dengan Kepala Veeartsenlkunding Laboratorium (VL) drh. De Does dan lama pendidikan selama 1 tahun. Pada tahun 1927 terjadi pemisahan NIVS dan VL. Pada Juni 1938, NIVS mendapat fasilitas baru di Kedung Halang Bogor serta memiliki asisten pengajar dari bangsa Indonesia yaitu R. Noto Soediro, Sikar, dan M. Nazar.

Perubahan terjadi lagi pada masa kependudukan Jepang (1942-1945). NIVS diubah menjadi Bogor Zyni Cakko (Sekolah Dokter Hewan Bogor) yang dipimpin perwira tentara Dari Nippon – Iwamoto. Pada 20 September 1946 didirikan Balai Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan (BPTKH) dengan Rektor Magnifleus : Dr. Mohede

Saat Agresi Militer Belanda I (1947) menduduki Bogor. Kelas Pengungsian di Klaten diubah Fakultas Kedokteran Hewan UGM (1949). Sedangkan saat kependudukan Belanda di Bogor (1947 – 1949), kampus PTKH dan sekitarnya ditutup digunakan sebagai kamp tawanan Jepang dan RAPWI lalu Pemerintah Federal membentuk Facultet der Diergeneeskundige dari Universiteit van Indonesia. Perkembangan Pendidikan Kedokteran Hewan setelah penyerahan kedaulatan RI yaitu :

  • 1950 : Facultet Kedokteran Hewan, Universitet Indonesia (FKH - UI)
  • 1955 : Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Indonesia (FKHP – UI)
  • 1961 : Fakultas Kedokteran Hewan, Peternakan dan Perikanan Laut, UI (FKHPPI – UI)
  • 1961 : Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Syahkuala (FKHP – UI)
  • 1963 : Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (FKH – IPB)
  • 1972 : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga – Surabaya.(FKH – UNAIR) yang
    Merupakan pecahan dari Fakultas Peternakan dan Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Fakultas Peternakan di UB dan FKH di UNAIR
  • 1981 : Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Udayana – Bali (PSKH – UNUD)

Kalo tahun 2011 ini udah ada 10 Universitas yang ada FKH/PSKHnya yaitu, Universitas Syahkuala Aceh, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Universitas Airlangga (UNAIR) Sby, Universitas Udayana Bali, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB), dan yang baru dibuka tahun 2010 kemaren adalah Universitas Hasanudin Makasar dan Universitas Cendana (UNDANA) NTT.
Sejarah Kedokteran Hewan Indonesia

Sejarah Singkat Pendidikan Kedokteran Hewan di Indonesia Pendidikan kedokteran hewan di Indonesia mempunyai sejarah yang panjang. Program pengembangan peternakan di zaman Belanda dahulu, terutama ternak besar, memerlukan tenaga-tenaga ahli kesehatan hewan, yang pada masa itu (pertengahan abad ke-19 sampai awal abad ke-20) amat langka. Pada tahun 1851 tercatat hanya dua orang dokter hewan bangsa Belanda. Sementara berbagai penyakit menular berjangkit di Indonesia.

Melihat keadaan itu Pemerintah Penjajahan Hindia Belanda membuka sebuah sekolah dalam bidang kedokteran hewan di Surabaya pada tahun 1861 di pimpin oleh Dr, J, Van der Weide. Siswa yang diterima adalah para “bumi putera”, dengan lama pendidikan dua tahun. Namun ternyata upaya ini kurang berhasil, karena selama sembilan tahun hanya delapan orang “Dokter Hewan Bumi Putera” (Inlandsche Veearts) yang dihasilkan. Akhirnya sekolah itu ditutup pada tahun 1875.

Namun pendidikan dokter hewan dilanjutkan dalam bentuk lain, yaitu berupa magang pada “Dokter hewan Gubernemen” (Gouvernements Veearts= Dokter Hewan Pemerintah). Dalam periode 1875 – 1880 tercatat ada sembilan pemuda” bumi putera” yang magang pada tujuh orang dokter hewan Gubernemen, delapan orang di antaranya pada tahun 1880 diluluskan sebagai “Inlandsche Veearts”. Meskipun pengetahuan dan kemampuan para dokter hewan “ bumi putera” itu dinilai sangat memuaskan, namun pemerintah dalam hal ini Departemen Kepamongprajaan (Binnenlands Bestuur), berpendapat pendidikan dokter hewan perlu diselenggarakan secara intensif. Maka Direktur B.B lalu mengusulkan agar pendidikan dokter hewan ini diselenggarakan seperti halnya pendidikan “ Dokter bumiputera” (Inlandsche Geneeskundige ) pada STOVIA ( School tot Opleiding van Indische Artsen = Sekolah Dokter Djawa).

Bahkan diusulkan pula agar pendidikan dasarnya disatukan saja dengan STOVIA. Meskipun usul ini pada prinsipnya disetujui oleh Menteri Urusan Jajahan (Minister van Kolonien) pada pemerintah Kerajaan di Negeri Belanda, namun karena keberatan yang sangat dari Direktur Departemen Penjajahan, Keibadatan dan Kerajinan (Onderwijs, Eeredienst en Nijverheid) maupun dari Direktur STOVIA, usul tadi tidak jadi dilaksanakan.

Pada tahun 1907 didirikan Laboratorium Kedokteran Hewan atas usul Direktur Departemen Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan (Landbouw, Nyverheid en Hande) Prof Dr. Melchior Treub yang digabungkan dengan Klinik Hewan dan kursus untuk mendidik dokter hewan bumi putera. Lama pendidikan 4 tahun dan siswanya lulusan dari HB S dan sekolah Pertanian Menengah (Middlebare Landbouw School).

Pada tahun 1910, kursus dokter hewan diubah menjadi Sekolah Dokter Hewan Bumi Putera (Inlandsche Veeartsen School) dan pada tahun 1919, sekolah tersebut dipisahkan dari Laboratorium, yang akhirnya pada tahun 1920, berdirilah Nederland Indische Veeartsen School (NIVS) yang semula untuk mendidik ahli tingkat menengah sebagai pembantu dokter hewan keluaran Utrecht. Dalam perkembangannya ternyata lulusan NIVS mampu menyamakan kualitasnya dengan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Utrecht. Pada umumnya lulusan NIVS ini dipraktek kerjakan sebagai Gouvernement Indi sche Veearts, yang antara lain ditugaskan :

1. Memajukan, memperbaiki dan melipatgandakan hewan ternak termasuk pula unggas.
2. Memberantas penyakit hewan menular dan mengatur ekspor dan impor ternak
3. Memajukan dan memelihara kesehatan temak .

Ada orang yang bekerja sebagai tenaga ahli (wetenschappehjk assist) pada "Veeartsen ljkundidig Insti tuut" (selanjutnya namanya Lembaga Pusat Penyakit Hewan) dan NIVS di Bogor.
Selain itu juga dapat dipekerjakan sebagai dokter Hewan daerah yang berpemerintahan sendiri (localle resoten; gemeenten dan regentschappen) dan tugasnya adalah menjalankan veterinair hygiene, yang antara lain meliputi:

1. pemeriksaan makanan untuk manusia berasal dari ternak
2. pengawasan perusahaan susu dan daging,
3. pengawasan perusahaan andong, dokar dan grobag,
4. pengawasan pasar hewan, ada beberapa dari mereka yang dibebani pula pabrik limun dan air soda serta perusahaan tahu.

Dokter hewan pemerintah diperbolehkan menjalankan praktik partikelir (swasta ) akan tetapi demi kepentingan dinas, praktik ini dapat dilarang. Sesudah bekaja selama 2 -5 tahun, banyak diantara mereka yang menjadi dokter hewan kepala daerah (ambtslringhoo/d) dengan tugas dan kewajiban yang sama dengan dokter hewan lulusan Utrecht. Setelah tahun 1920, wilayah kedokteran hewan (Veeartsenjkundige ambtskring) an di im in oleh lulusan NIVS mencapai sekitar 60%.

Pemegang ijasah NIVS dapat melanjutkan pelajarannya di Veeartsenijkundige Fakulteit di Utrecht dengan mendapat kebebasan ujian kandidat sehingga pelajaran dapat diselesaikan dalam waktu 3 tahun. Kesempatan ini digunakan oleh 10 orang.

Waktu penjajahan Jepang di Indonesia, Sekolah Dokter Hewan (NIVS) ditemskan dengan nama Zui Semon Gakko, kemudian pada jaman pemerintahan Indonesia diubah menjadi sekolah dokter hewan.
Pada awal jaman Kemerdekaan Republik Indonesia, maka atas usul kepala jawatan kehewanan RJ (R. Sutrisno) maka pada bulan maret 1946 Menteri Kemakmuran RI telah membentuk Panitia Pendirian Sekolah Dokter Hewan Tinggi, yang anggotanya terdiri dari :

1. Soeparwi, jabatan waktu itu Inspektur Jawatan Kehewanan Jawa Tengah merangkap Wakil Kepala Jawatan Kehewanan, sebagai ketua.
2. Samsoe Pocposoegondo, jabatan waktu itu Dokter Hewan Drv sebagai penulis.
3. Atmodipoero, jabatan waktu itu Inspektur SMP di Magelang sebagai anggota
4. Iso Reksohadiprojo, jabatan waktu itu Dirjen Kementrian Kemakmuran di Magelang sebagai anggota .
5. Soeparman Poerwosoedibjo, jabatan waktu itu Kepala perekonomian Kota prajaa Cirebon, sebagai anggota.
6. Djaenoedin, jabatan waktu itu Direktur Balai Penyelidikan Penyakit Hewan di Bogor, sebagai anggota.
7. Moh. Roza, jabatan waktu itu Dokter Hewan pada BPPH di Bogor, sebaga anggota.
8. Mohede, jabatan waktu itu Direktur Sekolah Dokter Hewan di Bogor, sebaga anggota.
9. Garnadi, jabatan waktu itu Guru Sekolah Dokter Hewan Bogor, sebagai anggota
10. Hoctanradi, jabatan waku itu Inspekur Jawatan Kehewanan di Jawa Timur. sebagai anggota.
11. Slamet, jabatan waktu itu Dokter Hewan Kotapradja Malang, sebagai anggota
Berdasarkan atas usul-usul panitia ini maka dengan surat keputusan Menteri Kemakmuran RI tanggal 20 september 1946 No. 1280/a/Per. Sekolah Dokter Hewan di Bogor telah diangkat menjadi Perguruan Tinggi Kedokteran Hewan (tanggal ini dipakai sebagai tanggal lahir FKH) dan diresmikan pada bulan November 1946.

Universitas Hasanuddin pun membuka Program Studi Kedokteran Hewan yang berada di bawah Fakultas Kedokteran. Ini adalah lembaga pendidikan kedokteran hewan ke-7 di Indonesia dan untuk pertama di kawasan timur

Sejarah kedokteran hewan di Unhas.

Tahun akademik 2010/2011, Universitas Hasanuddin membuka Program Studi Kedokteran Hewan yang berada di bawah Fakultas Kedokteran. Ini adalah lembaga pendidikan kedokteran hewan ke-7 di Indonesia dan untuk pertama di kawasan timur.Kepala Hubungan Masyarakat Universitas Hasanuddin, M Dahlan Abubakar mengatakan penerimaan mahasiswa kedokteran hewan ini akan dilakukan setelah pengumuman Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), 17 Juli mendatang. “Kemungkinan akan dibuka satu kelas, sekitar 40 mahasiswa,” katanya.

Adapun sistem pembelajaran berpusat pada mahasiswa melalui kurikulum berbasis kompetensi. Guru Besar, Profesor Lucia Muslimin [senior nhe, ati2 kejam amat Orangnya :D tp Baik loe ], yang terlibat dalam pembukaan kedokteran hewan, berharap program studi ini mampu membantu meningkatkan kualitas kesehatan hewan dan zoonosis, pengembangan riset ilmu dan teknologi medis kehewanan, serta memperbesar peran alumni Kedokteran Universitas Hasanuddin dalam pengembangan Ipteks Medis One World One Health.
“Dengan meningkatnya penelitian dalam bidang medis kehewanan, bisa menanggulangi masalah-masalah kesehatan ternak,” kata Lucia.
Menurutnya, jumlah dokter hewan masih kurang, saat ini jumlahnya hanya 14.000 orang, sementara jumlah populasi ternak sekitar 28 juta. Artinya, setiap dokter harus melayani 2.000 ekor hewan, padahal idelanya satu dokter hanya merawat 70 ekor hewan. as/tn

Fakultas kedokteran universitas hasanuddin untuk pertama kalinya menerima 77 mahasiswa baru untuk program studi kedokteran hewan dengan ketua program studi Prof. Dr. dr. Lucia Muslimin, Msc. yang baru dibuka tahun ajaran 2010.

Bertempat di gedung Auditorium A.A.Amiruddin, 01 Oktober 2010 , Dekan fakultas kedokteran universitas hasanuddin, Prof. dr. Irawan Yusuf,Ph.D ,secara simbolik menyaksikan penandatanganan akta mahasiswa baru dan menyandangkan jas almamater universitas hasanuddin secara resmi menerima diawalinya kegiatan perkuliahan program studi kedokteran hewan di fakultas kedokteran universitas hasanuddin.

Tema Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013

Add Comment
Tema hari kemerdekaan Indonesia tahun 2013 - Negara tercinta kita Negara Indonesia kita melaksanakan hari besar nomor satu lagi yaitu dirgahayu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, saat ini Negara Republik Indonesia di singkat RI dapat merayakan ulang tahun kembali. Kemerdekaan atau lebih dikenal sebagai dirgahayu hari kemerdekaan indonesia yang ke – 68 tahun ( 17 agustus 1945 – 17 agustus 2013 ).

Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2013 jatuh pada hari sabtu, waktu indonesia ini diproklamirkan sebaga negara berdaulat oleh founding father bangsa ini,.

Sekertariat negara jauh hari telah mengeluarkan logo serta tema hari kemerdekaan indonesia telah terpampang indah di situs resmi setneg

Tema Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013 :

Adapun Tema Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013 ini adalah :

"Mari Kita Jaga Stabilitas politik dan pertumbuhan ekonomi kita guna meningkatkan kesejahteraan Rakyat"

Logo Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013 :





Untuk logo hari kemerdekaan republik Indonesia tahun 2013 ini yang ke enam puluh delapan tahun yaitu seperti berikut :

Tata cara pelaksanaan proses Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013 RI ke - 68

Penyelenggaraan acara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013 ke-68 dikerjakan dengan berlandaskan pada tema serta logo yang telah ditentukan, dirayakan dengan meriah serta khidmat, diusahakan sehemat barangkali pembiayaanya dan memperhatikan kondisi serta situasi setempat.

Supaya diserukan pada seluruh komunitas, organisasi, instansi pemerintahan, sekolah, penduduk, masyarakat, lembaga pemerintah/swasta untuk mengibarkan bendera merah putih dalam waktu 5 ( lima ) hari berturut-turut Terhitung mulai tanggal 14 agustus 2013 s/d 18 agustus 2013 dengan menurut UU nomor : 24 tahun 2009 pasal 7 perihal bendera, bahasa, serta simbol negara dan lagu kebangsaan.

Panduan proses pelaksanaan hari kemerdekaan republik Indonesia :


Mengupayakan sejumlah serta seluas barangkali semua penduduk untuk ikuti pidato kenegaraan presiden RI di depan sidang berbarengan DPR RI serta DPD RI, pada :
  • Hari : Jumat,
  • Tanggal : 16 agustus 2013
  • Jam : 09. 00 wib,

Serta pidato kenegaraan presiden RI dalam rencana penyampaian pengantar/keterangan pemerintah atas RUU perihal APBN Tahun Anggaran 2014 beserta nota keuangannya pada rapat paripurna pembukaan periode sidang DPR RI tahun sidang 2013 – 2014 pada :
  • Hari : Jumat,
  • Tanggal : 16 agustus 2013
  • Jam : 14. 00 wib,

Akan di siarkan di TVRI serta atau RRI dan media elektronik yang lain.

Malam tirakatan akan di laksanakan pada :
  • Hari : Jumat,
  • Tanggal : 16 agustus 2013
  • Jam : 19. 00 wib ( atau sesuai dengan situasi setempat ).

Diupayakan agar supaya pelaksanaannya s/d tingkat Pedukuhan serta RT cocok dengan kebiasaan, dan sebisa-bisanya berisi hikmah perjuangan pahlawan saat merebut serta menjaga kemerdekaan, hingga bisa menggugah kesadaran penduduk saat mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.

Apel kehormatan dan renungan suci tingkat pusat ataupun tempat, dikerjakan di taman makam pahlawan setermpat. pada :
  • Hari : Jumat,
  • Tanggal : 16 agustus 2013
  • Jam : 24. 00 wib .

Upacara-upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013

Upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2013 pada :
  • Hari : Sabtu
  • Tanggal : 17 agustus 2013
  • Jam : 07. 30 wib ; di area atau lembaga pemerintah/ swasta/ bumn/bumd/ perguruan tinggi, & sekolah-sekolah. 
  • Irup : Kepala Lembaga/Instansi yang bersangkutan

Perjalanan Hidup Ustadz Jeffry Al Buchori

Add Comment

Jeffry Al Buchori memiliki nama populer Uje (lahir di Jakarta, 12 April 1973 – meninggal di Jakarta, 26 April 2013 pada umur 40 tahun) adalah seorang pendakwah atau ustad yang tampil dengan mengemas bahasa dakwahnya dengan bahasa-bahasa anak muda. Sehingga ustad Uje kerap juga dipanggil sebagai ustad gaul. Beberapa hari setelah ia merayakan ulang tahunnya yang ke-40, ia mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan Uje meninggal dunia di usia 40 tahun.

Jefri anak ketiga dari lima bersaudara pasangan Alm. H. Ismail Modal dan Ustz Dra. Hj. Tatu Mulyana ini sejak kecil telah mendapat pendidikan Islam yang kuat. Hal ni terbukti saat duduk di bangku sekolah kelas 3-5 SD meraih prestasi MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) sampai tingkat provinsi. Setelah lulus SD, bersama kedua kakaknya, Alm. Ust. H. Abdullah Riyad dan Ust. H. Aswan Faisal, bersekolah di PonDaar el-Qolam Gintung, Jayanti Tangerang. Namun selama di pesantren, Uje terbilang nakal. Seringkali saat teman-temannya menunaiam-diam tidur atau kabur dari pesantren untuk main dan nonton di bioskop. Sampai akhirnya Uje dikeluarkan dari pesantren tersebut yang sempat dikecapnya selama tahun yang harus dijalani. Setelah itu, Uje dipindahkan ke Madrasah Aliyah (MA, setingkat SMA). Bukannya bertambah baik, kenakalan Uje justru bertambah.

Apalagi setelah lulus di tahun 1990 dan kuliah di akademi broadcasting, kenakalan Uje tak berkurang. Dia bergaul dengan pemakai narkoba dan sering dugem. Bahkan Uje akhirnya tak menyelesaikan kuliah. Pada tahun 1991, Uje pernah menjadi dancer di salah satu club. Uje juga sering nongkrong di Institut Kesenian Jakarta. Di kala para pemain sinetron sedang latihan, kadang-kadang Uje menggantikan salah satunya. Ia pun ikut casting dan mendapat peran. Salah satu sinetron yang sempat dibintanginya adalah Pendekar Halilintar. Bahkan Uje pernah dinobatkan sebagai pemeran pria terbaik dalam Sepekan Sinetron Remaja yang diadakan TVRI pada 1991.

Hal yang menyadarkan Uje dari kehidupan semu adalah saat dirinya diajak umroh oleh ibu dan kakaknya. Sebagai awal dari usaha pertaubatan, Uje mendapat amanah dari kakak tertuanya alm. Ust. H. Abdullah Riyad, untuk melanjutkan dakwah kakaknya di Jakarta. Sebab alm Ust. H. Abdullah Riyad mendapatkan kepercayaan dari MUIS (Majlis Ugame Islam Singapura) untuk menjadi Imam besar di Masjid Haji Mohammad Soleh, bersebelahan dengan Maqam Habib Nuh Al Habsyi, Palmer Road, Singapura. Uje berdakwah pertama kali di sebuah masjid di Mangga Dua. Pipik Dian Irawati, istrinya, menuliskan teks dakwah yang mesti disampaikan saat itu. Hasilnya, honor ceramah sebesar Rp 35.000 dia bawa pulang dan langsung diberikan kepada istrinya.

Dari situlah Uje mulai berdakwah lewat majelis taklim, mushola, masjid, dan perlahan-lahan bisa seperti sekarang ini, dikenal oleh masyrakat banyak dikagumi oleh seluruh kalangan. 

Uje meninggal dunia dalam usia 40 tahun pada tanggal 26 April 2013 dalam sebuah kecelakaan tunggal di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 2 waktu setempat. Ia menabrak pohon setelah kehilangan kendali atas Kawasaki ER-6n bernopol B 3590 SGQ yang sedang dikendarai.

Ia sempat dirujuk ke Rumah Sakit Pondok Indah dan Rumah Sakit Fatmawati, namun akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya. Selanjutnya, jenazah Uje akan dibawa ke rumah duka di Perum Bukit Mas, Jalan Narmada III, Rempoa, Bintaro, Tangerang Selatan, Ustadz Jeffry dimakamkan di TPU Karet Bivak Jakarta Selatan setelah sebelumnya disalatkan di Masjid Istiqlal.

Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong

Add Comment

 Pendapat Orang Tentang Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong 



Bung CT merupakan salah satu tokoh muda yang sukses membangun komunitas bisnisnya, bukan berangkat dari sesuatu yang sudah besar. Perjuangannya dalam membangun apa yang telah dicapainya sampai saat ini tidak lepas dari kepemimpinan dan visi yang dimilikinya dalam ikut serta membangun negara ini. Buku ini menceritakan secara rinci perjuangannya itu. Djoko Suyanto, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Kabinet Indonesia Bersatu II

”The story of Chairul Tanjung’s rags-to-riches rise to become one of Indonesia’s most prominent and well-respected businessmen is both endearing and inspiring.”

”Pak Chairul’s ability to succeed in today’s Indonesia based on little more than hard work, loyalty and a keen eye for business opportunity will give heart to he up-and-coming generation of Indonesian entrepreneurs.” Adam Schwarz, Author, A Nation in Waiting: Indonesia’s Search for Stability

Sosok CT mengingatkan konsep filosofis ”dari tiada menjadi ada”. Di tangan CT, konsep itu menjadi riil. Berkat ketekunan dan kerja kerasnya, CT berhasil menciptakan sekian usaha baru yang bermanfaat bagi dirinya, keluarganya, dan banyak orang. Di antaranya menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 75.000 karyawan dan mengharumkan nama Indonesia di mata internasional. 

Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokal pun bisa menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri. Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Hal ini patut diapresiasi agar Indonesia dapat bersaing di kancah dunia. Resapi secara mendalam buku Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong ini, dan Anda akan memahami prinsipnya dalam menjalankan usahanya.  


Negeri kita telah banyak melahirkan putra terbaik, yang karyanya merupakan manifestasi dari kecintaan kepada negerinya. Sedikit berbeda dari yang lainnya, kecintaan CT pada Indonesia selalu diwujudkan dalam kerja keras dan kerja nyata, yang dapat juga dinikmati oleh masyarakat luas. Pemikiran-pemikirannya dapat menjadi mercusuar bagi generasi muda yang memiliki hasrat dan mimpi yang sama.

kisah dari pak chairul tanjung,yang untuk modal kuliah ibunya harus menjual kain halus berharga miliknya...dan berawal dari situ semangatnya chairul tanjung untuk mandiri akhirnya membuahkan hasil,mengawali usaha dgn jasa fotokopi untuk teman2nya di kampus. Di UI tepatnya,beliau kemudian jiwa wirausahanya terpupuk dgn baik dan sampai sekarang beliau memiliki usaha yg luar biasa,dari transcorp,bank mega,hingga carrefour indonesia pun beliau kuasai. Luar biasa pokoknya,meniti kesuksesan dari awal,bukan warisan orang tua,bukan karena keberuntungan tapi karena kegigihan usahanya


Kisah inspiratif lainnya dari anak bangsa, setelah selesai baca Sepatu Dahlan Iskan terus baca buku ini, saya berbangga hati ternyata ada anak bangsa yang sangat sukses, gak cuma untuk dirinya pribadi tetapi untuk kemaslahatan bangsa. Kemiskinan bukan hambatan untuk meraih sukses meski harus melewati hambatan dan kesulitan yang berkali lipat dibanding orang yang berpunya. Tekad yang kuat untuk merubah nasib, semangat, dukungan dari keluarga tercinta bisa memunculkan orang besar sekaliber Dahlan Iskan dan Chairul Tanjun

Buku ini menginspirasi, buat kagum. Di pikiran saya isi nya "Wow, ada ya orang seperti ini, dia yang punya bank, media, pusat perbelanjaan, perkebunan, beberapa perusahan lain dia bukan sekedar dirut atau apa tapi PEMILIK nyaa" salut lagi dia berasal dari anak yang kurang mampu dulunya, tapi kerja kerasnya, pantang menyerah, kedisiplinan, kepemimpinannya, dan rasa ingin selalu berbagi itu yang perlu di contoh kalau ingin sesukses beliau.

buku ini ku dapat saat masih bagian dari Trans Corp.. buku yang bagus dan menceritakan sisi-sisi pak CT, banyak juga sisi yang tidak diungkap secara detail. karena aku berharap mendapat "pencerahan" dari semangat entrepreneurnya..

Buku Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong ini membuat saya lebih termotivasi, bahwa kesuksesan ada di depan mata jika kita berusaha, tetapi tidak "hanya sekedar berusaha", usaha orang sukses selalu lebih dari usaha orang biasa. 


buku ini bagus dibaca bahasanya runut, khas wartawan. nggak heran sih, kan yg nulis wartawan kompas. namun, kebanyakan iklan di tv miliknya jadi saya males buat ngasih bintang empat

Buku Buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong bagus yang bercerita tentang perjalanan hidup salah satu pengusaha yang sukses di usia muda. Chairul Tanjung. Yang disayangkan dari buku ini hanya metode penulisan yang melompat lompat dan terkesan tidak runut layaknya sebuah biografi. Juga gaya bercerita yang kadang tidak konsisten antara gaya bertutur orang kedua atau orang pertama. 

Buku Islamisasi Kerajaan Gowa (Abad XVI sampai Abad XVII)

Add Comment
Islamisasi Kearajaan Goa
  • Judul : Islamisasi Kerajaan Gowa (abad XVI sampai abad XVII) / Ahmad M. Sewang
  • Pengarang : Sewang, Ahmad M., 1952-
  • Terbitan : Jakarta : Yayasan Obor Indonesia,
  • Tahun Terbit : 2005
Isi tulisan dari buku ini berasal dari hasil penelitian disertasi penulis pada program Pascasarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Buku ini menambah khazanah pengetahuan kita, terutama berkenaan dengan sejarah penyebaran Islam di Sulawesi Selatan. Buku ini menunjukkan kejelasan dan meng-antarkan kita keluar dari kelabu sejarah yang senantiasa diperdebatkan. 
Sejarah masuknya Islam dan Islamisasi di Sulawesi Selatan merupakan hal yang paling fundamental dalam kajian tentang kehadiran Islam, yang kini dianut mayoritas penduduk. Kejelasan uraian dalam buku merupakan hasil ketekunan penulis melalui lembar-lembar lontara (manuskrip) dan keterangan literatur berbahasa Belanda dengan teknik kritik naskah dan perbandingan pendapat para penulis.

Auto Like Facebook